Sejarah, Ciri dan Tujuan Filsafat

Sejarah, Ciri dan Tujuan Filsafat

Sejarah, Ciri dan Tujuan Filsafat - Seiring berkembang dan berjalannya waktu, filsafat memiliki sejarah. Filsafat hadir dan berkembang dalam berhubungan dengan sejarah.

Perlu banyak kita mengetahi filsafat dari filosof, namun juga dari masa lampau yang telah menjadi saksi dan serentak menjadi konteks bagi filsafat untuk mementaskan serta memperlihatkan makna dirinya.

Maka dari itu, asal-usul filsafat dalam pengertian ini bermula dari Yunani Kuno sekitar Abad ke-7 dan ke-6 SM. Saat Anaximandros, Anaximenes, Thales dan lain-lainnya dipanggil sebagai pemikir-pemikir generasi awal yang biasa juga disebut secara embrional dan dipandang sebagai cikal-bakal filsafat berawal dan tumbuh hingga dewasa ini.

Phythagoras juga didengar sebagia awal permikiran yang menyebut pola pikir Thales dan yang lainnya itu dengan sebutan filsafat

Adapun ciri-ciri filsafat

1. Menyeluruh

Dalam artian menyeluruh adalah memiliki pemikiran yang luas dan tidak membatasi diri serta bukan hanya ditinjau dari satu sudut pandangan tertentu. Ilmu-ilmu yang saling berhubungan seperti ilmu moral, seni, dan tujuan hidup juga dimiliki.

2. Spekulatif

Artinya, akhir pemikiran yang ditemukan dijadikan dasar untuk pemikiran selanjutnya. Hasil pemikiran tersebut sering dimaknakan sebagai dasar bagi menyelidiki daerah pengetahuan yang baru.

3. Mendasar

Yang artinya pemikiran ini yang sampai pada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya dapat dijadikan dasar berpijak untuk segenap nilai serta keilmuan. Dan, tidak hanya mempelajari kulitnya, namun juga harus ke akar-akarnya.

Keberadaan filsafat juga dapat memiliki tujuan

  1. Harapan manusia bertambah menjadi lebih mendidik dan mempunyai ilmu, serta dapat memperkirakan peristiwa di sekitarnya dengan objektif.
  2. Mengubah tenaga siswa dan pengajar mempunyai pegangan dalam memahami suatu pengetahuan, terutama bagi membedakan persoalan ilmiah dan non-ilmiah.
  3. Mencari hakikat mana yang benar, baik dalam bidang logika, etika, maupun hakikat keaslian.
  4. Akan membagikan dasar-dasar semua bidang ilmu, sehingga menyerahkan kita kepada sudut pandang pemahaman atas hakikat semua bidang ilmu dan kehidupan manusia yang akan menjadi dikuasai oleh ilmu yang baik.
  5. Kemudian akan melatih manusia menjadi lebih berkualitas dalam berfikir secara mandiri, pribadi yang berkarakter, sulit terpengaruh oleh hal eksternal. Namun masih mampu menyatakan harkat martabat orang lain dan keunggulan orang lain.

Author
Elfi

Komentari
  • 0 komentar
Silahkan login untuk berkomentar

Belum ada komentar