Pengertian dan Dampak Efek Rumah Kaca

Pengertian dan Dampak Efek Rumah Kaca

Pengertian dan Dampak Efek Rumah Kaca - Dunia terasa semakin panas akhir-akhir ini. Peningkatan suhu secara ekstrim terjadi di Eropa pada musim panas 2019. Dengan peningkatan sebesar 1,5°C per tahun maka suhu rata-rata di Eropa pada musim panas sejak bulan Juni 2019 mencapai 40,3°C di Belgia dan 42°C di Prancis, tertinggi sejak gelombang panas 40,4°C pada tahun 1947.

Peningkatan suhu yang mengkhawatirkan ini terjadi karena berbagai hal, namun satu hal yang tak dapat disangkal adalah terjadinnya pemanasan global akibat gas rumah kaca yang dihasilkan oleh efek rumah kaca.  

Penamaan rumah kaca berasal dari konsep rumah kaca yang berisi tanaman. Rumah kaca yang berisi tanaman akan menerima dan menyerap panas yang dipantulkan oleh sinar matahari sehingga udara di dalam rumah kaca akan panas karena cahaya matahari yang terperangkap dan tetap hangat ketika malam tiba.

Radiasi yang berasal dari matahari yang dipancarkan ke bumi bekerja hampir sama dengan rumah kaca. Matahari akan memancarkan sinar UV ke bumi sehingga permukaan bumi akan tetap hangat.

Radiasi yang berasal dari sinar matahari ada yang diserap oleh air maupun tanah. Setelah diserap, radiasi tersebut dipantulkan kembali dan terperangkap di atmosfer oleh gas rumah kaca. Gas rumah kaca terdiri dari karbondioksida (co2), metana, uap air dan gas lain.

Pada kondisi yang normal, gas rumah kaca akan membantu atmosfer untuk tetap mempertahankan kehangatannya sehingga membantu mempertahankan kehidupan di bumi.

Permasalahan muncul apabila gas rumah kaca semakin meningkat sehingga memerangkap lebih besar energi yang dipancarkan matahari.

Hal ini tentu akan memengaruhi iklim yang ada di bumi. Meningkatnya gas rumah kaca terutama CO2 akan mempersulit radiasi UV untuk keluar dari atmosfer sehingga panas akan menumpuk di atmosfer dan menyebabkan pemanasan global. Perubahan iklim terjadi melalui pemanasan global.

Pemanasan global atau peningkatan suhu rata-rata bumi akan memengaruhi iklim, seperti cuaca yang ekstrim atau melelehnya es di kutub karena peningkatan suhu bumi.

Salah satu penyebab meningkatnya gas rumah kaca adalah aktivitas manusia yang menghasilkan gas karbondioksida. Kendaraan, pabrik, pembangunan infrastruktur, atau penggunaan barang rumah tangga yang mengandung CFC.

Apabila manusia tidak segera merubah aktivitasnya, maka bukan tidak mungkin panas di bumi akan meningkat jauh melebihi gelombang panas di Eropa pada 2019 dan hal ini tentu saja akan membuat kekacauan dalam skala global.

Author
Elfi

Komentari
  • 0 komentar
Silahkan login untuk berkomentar

Belum ada komentar