Menonton Tari Kecak Di Pura Taman Saraswati, Ubud

Menonton Tari Kecak Di Pura Taman Saraswati, Ubud

Yang dimaksud dengan Tari Kecak adalah salah satu tarian tradisional khas Bali yang kerap dipertunjukkan di Desa Ubud, Gianyar, Bali yang memang menjadi tempat strategis untuk menyajikan pertunjukan Tari Kecak (Api), salah satu tempat yang direkomendasikan adalah Pura Taman Saraswati yang dikelilingi oleh kolam besar dengan bunga – bunga teratai terlihat cantik menghiasi permukaan kolam. Pura ini mempunyai panggung pementasan Tari Kecak yaitu berada di tengah dan dikelilingi oleh kolam teratai.  

Seperti diketahui bahwa Bali identik dengan seni dan budaya bisa terlihat dari berbagai sisi yang berhubungan dengan dunia pariwisata. Salah satu kegiatan seni dan budaya yang paling menarik dan terkenal untuk disaksikan adalah pertunjukan Tari Kecak di Pura Taman Saraswati, Ubud. Pertunjukan ini merupakan salah satu pertunjukan tari tradisional Bali yang memiliki keunikan tersendiri bagi wisatawan (asing) dimana akan menjadi semakin berkesan dipadu dengan pemandangan alam yang asri di sekitar pura.  

Dari jarak dekat maupun dari kejauhan, tampak bangunan Pura Taman Saraswati terlihat anggun dan sangat eksotis dimana pada bagian sisi kanan dan kiri pura terdapat area kosong yang ditumbuhi oleh pepohonan hijau nan rindang sepanjang tahun. Suasana alam di waktu pagi hari biasanya diramaikan oleh kicau merdu dari burung – burung liar yang senang bertengger di dahan pepohonan, menambah cantik kawasan wisata ini dimana diharapkan kawasan ini mampu menarik sejumlah pengunjung dalam jumlah besar untuk liburan ke sini.  

Pada hari – hari biasa, Pura Taman Saraswati di Ubud merupakan tempat untuk melakukan peribadatan bagi umat Hindhu yang tinggal di kawasan Ubud, Gianyar, dan termasuk sebagai salah satu tempat ibadah teramai dikunjungi oleh umat Hindhu dari Bali maupun yang tinggal di luar pulau.  

Yang membuat pura ini terlihat unik adalah adanya kolam bunga teratai besar di sebelah kanan dan kiri jembatan kecil untuk masuk menuju ke lokasi pura. Kolam teratai inilah yang menjadi ‘ikonik’ dan ciri khas dari pura ini diharapkan dapat melengkapi keeksotisan yang dimiliki. Pura Saraswati akan tampil lebih indah saat sedang musim bunga teratai bermekaran di permukaan kolam.  

Alamat Pura Taman Saraswati Di Ubud Bali  

Alamat lengkap dari Pura Taman Saraswati di Ubud Gianyar Bali adalah Jalan Kajeng, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, 80571. Rute untuk menuju ke Pura Taman Saraswati di Ubud Bali adalah bisa dicapai dengan menggunakan alat transportasi baik itu berupa kendaraan roda empat, bus – bus pariwisata, sepeda motor atau yang lainnya. Lokasinya berjarak sekitar 37,4 Km dari arah Bandar udara Ngurah Rai Denpasar dengan membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam 28 menit. Arahkan kendaraan anda menuju ke Jalan Airport Ngurah Rai untuk selanjutnya mengambil rute menuju ke Jalan Nusa Dua – Bandara Ngurah Rai – Benoa Toll Road / Mandara Toll Road. Perjalanan selanjutnya adalah menuju ke Jalan Raya Pelabuhan Benoa – Jalan By Pass Ngurah Rai – Jalan Raya Batubulan – Jalan A.A. Gede Rai – Jalan Kajeng di Desa Ubud.  

Pura Taman Saraswati, Ubud, Tempat Menonton  

Pertunjukan Tari Kecak digelar di pelataran pura yaitu tepat di tengah – tengah pura yang dikelilingi oleh kolam teratai. Tari tradisional ini digelar pada hari Selasa dan Kamis sekitar pukul 19.30 biasanya dipersembahkan oleh kelompok tari ‘Sandhi Suara’. Para penonton akan dikenakan harga tiket untuk dapat menyaksikan tarian sakral ini dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp.75.000 /  orang. 

Alamat lengkap pura ini adalah di Jalan Kajeng, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.  

Desa Ubud Yang Permai Dan Pura Taman Saraswati 

Ubud adalah salah satu daerah yang cukup terkenal di mancanegara untuk dapat menyaksikan salah satu tari tradisional Bali yang banyak memiliki penggemar yaitu Tari Kecak.  

Di desa ini juga berdiri sebuah pura suci yang memiliki perbedaan dari pura – pura lainnya di Bali, adalah Pura Taman Saraswati didesain unik dan terlihat cantik karena pengaruh keberadaan taman bunga teratai yang mempesona. Kolam teratai dibangun berpadu serasi dengan arsitektur pura yang menonjolkan ornamen seni dan ukir khas Bali dilakukan oleh para seniman Ubud pada zaman dahulu. Begitu alami, artistik dan sakral sehingga di sekeliling pura dipenuhi oleh aura spiritual yang dapat dirasakan ketika ada upacara persembahyangan pada waktu malam hari. Kolam dan bunga teratai inilah yang menjadi daya tarik terhadap keindahan pura di Desa Ubud. 

Merupakan salah satu tempat wisata spiritual terpopuler di Indonesia, Pura Taman Saraswati adalah sebuah pura yang melambangkan sebagai sumber mata air bagi para warga yang tinggal di Desa Ubud, bisa juga difungsikan sebagai daerah persinggahan bagi anda yang kebetulan sedang melakukan perjalanan liburan di sepanjang jalan – jalan raya dilalui untuk menuju ke pusat desa. Tempat ini menyediakan arena yang cukup luas untuk melakukan foto – foto selfie dengan latarbelakang arsitektur klasik dari bangunan pura menyerupai sebuah candi maha besar dengan serambi yang cukup luas dikelilingi oleh kolam bak sebuah taman bunga teratai dalam beraneka warna. Untuk masuk ke dalam halaman utama pura tidak dikenakan biaya alias gratis asalkan anda dalam keadaan sehat (untuk tamu wanita) dan wajib mengenakan sarung dan selempang / selendang melilit di sekitar pinggang. Pura Taman Saraswati merupakan ruang terbuka dimana anda bisa merasakan aura armosfer dari udara sejuk yang mampu menenangkan pikiran, mengagumi fitur – fitur arsitektur, relief – relief dasar yang kokoh, dimana semua yang tersedia diperuntukkan untuk menghormati ‘Dewi Pengetahuan dan Kesenian’ dari Agama Hindhu yaitu Dewi Saraswati.  

Pada bagian tengah halaman utama pura berdiri dengan anggun Patung Dewi Saraswati berdampingan dengan Patung Jero Gede Macaling. Dibangun sebuah pelataran berukuran besar yang dikelilingi oleh taman bunga teratai sebagai fungsi panggung pementasan Tari Kecak. Pura ini dapat dijadikan sebagai media untuk mengenal lebih dekat tentang wisata seni dan budaya atau mempelajari lebih mendalam tentang kebiasaan dan budaya orang – orang Hindhu di Bali.  

Pura Taman Saraswati Ubud Yang Sakral   

Pulau Bali dikenal juga dengan nama Pulau Dewata karena dianggap mempunyai banyak Dewa sehingga dikenal juga dengan nama Pulau Seribu Pura karena menemukan banyak sekali lokasi pura – pura yang berada dimana – mana, di kota maupun di desa. Pura dalam hal ini berfungsi sebagai tempat suci / tempat peribadahan bagi umat Hindhu di Pulau Bali / Indonesia seperti Pura Taman Saraswati, Ubud ini.    

Wisata spiritual Pura Taman Saraswati Ubud di Bali sudah tidak asing lagi dilakukan oleh wisatawan baik itu lokal maupun mancanegara pastilah menjadikan daerah Ubud di Bali sebagai salah satu destinasi wisata spiritual yang juga didukung oleh fasilitas berupa akomodasi hotel sebagai tempat untuk menginap mulai dari hotel – hotel bintang lima hingga hotel sekelas melati dibangun dengan rapi pada lokasi – lokasi strategis tertentu di sekitar daerah Ubud.  

Seperti yang sudah anda ketahui bahwa tempat – tempat suci dan beribadah bagi masyarakat yang beragama Hindhu di Bali adalah salah satu contoh di Pura Taman Saraswati yang memberi makna sebagai salah satu tempat pemujaan terhadap Dewi Saraswati / Dewi Pengetahuan Alam yang berlokasi di Desa Ubud yaitu Jalan Raya Ubud yang terlihat berbeda dari kondisi bangunan kebanyakan pura – pura lainnya di sekitarnya. Keunikan terletak pada kolam yang mengelilingi halaman pura dihiasi oleh tanaman bunga teratai dalam warna – warni nan cantik yang menjadikan tempat ini memiliki daya tarik sendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini untuk liburan. Pada dinding pagar dan pura ditempeli banyak ukiran hasil karya dari para seniman Desa Ubud di Bali.  

Pura Kolam Bunga Teratai  

Pura Taman Saraswati di Ubud populer dengan nama Pura Kolam Bunga Teratai karena dikelilingi oleh kolam berukuran besar dimana di dalam kolam ditanamani oleh bunga teratai. Di halaman utama Pura Taman Saraswati kerap dipertunjukkan jadwal Tari Kecak namun tidak setiap hari pertunjukkan Tari Kecak dilaksanakan yaitu pada hari Selasa dan hari Kamis saja mulai pukul 19:30 dengan harga tiket per orang adalah sebesar Rp. 75.000. Pertunjukan Tarian Kecak dibawakan oleh kelompok Tari Sandhi Suara yang terdiri dari sekelompok teruna – teruni dari Desa Ubud di Gianyar Bali. Apabila anda berkunjung ke Ubud tidak pada hari Selasa dan Kamis maka pertunjukan Tarian Kecak dapat dinikmati pada tempat yang berbeda – beda setiap hari di sekitar Desa Ubud.  

Mengenal Pembuat Pura Taman Saraswati  

Pura Taman Saraswati di Ubud Bali pertama kali dibangun oleh seorang Maestro atau seniman yang berasal dari Ubud bernama I Gusti Nyoman Lempad. Pura ini dibangun atas perintah dari Raja Puri Ubud dengan memilihkan lokasi di belakang Café Lotus Desa Ubud (saat ini).  

Waktu Perayaan Hari Saraswati Di Desa Ubud  

Pura Taman Saraswati Ubud berfungsi sebagai tempat untuk melakukan pemujaan bagi umat Hindhu kepada Dewa – Dewi Ilmu Pengetahuan dan bidang Seni yaitu Dewi Saraswati. Waktu perayaan Hari Saraswati jatuh pada setiap hari ‘Saniscara’ Sabtu ‘Umanis Legi Wuku Watugunug’. Perayaan dilakukan setiap 210 hari atau 7 bulan sesuai dengan kalender Bali sebagai penghormatan kepada para Dewa – Dewi Ilmu Pengetahuan dan bidang Seni. Nah pada kesempatan baik inilah Pura Taman Saraswati Ubud dipenuhi oleh warga Bali yang memeluk Agama Hindhu untuk melakukan persembahyangan dengan mengenakan busana adat Bali yang unik sehingga terlihat semakin menarik.  

Ada beragam kegiatan peribadatan dilakukan di dalam pura ini yang merupakan salah satu media ritual wajib dilakukan dengan mempersembahkan sesajen yang berisikan buah – buahan, jajanan khas Bali, rangkaian sesajen dari janur dihiasi oleh beberapa jenis bunga yang memiliki tujuan untuk mengucapkan rasa syukur dan terima kasih agar Ida Sanghyang Widi Wasa / Tuhan senantiasa memberi tuntunan dan berkah berupa penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Seni kepada umat manusia. Pada zaman dahulu, para penganut ajaran ‘Wedanta’ menyakini bahwa kemampuan di dalam menguasai Ilmu Pengetahuan dan Seni merupakan salah satu jalan untuk dapat mencapai moksa yaitu pembebasan dari kelahiran kembali.  

Pencipta Tarian Kecak Bali  

Tari Kecak merupakan salah satu warisan dari nenek moyang masyarakat di Bali yang pertama kali diciptakan oleh Wayan Limbak bekerjasama dengan seorang seniman lukis dari Jerman yaitu bernama Walter Spies sekitar tahun 1930 an. Masing – masing gerakan di dalam Tari Kecak diciptakan berdasarkan atas cerita Ramayana yang selanjutnya diperkenalkan ke mancanegara dengan cara melakukan tur – tur keliling dunia bersama dengan rombongan para penari Bali. Suasana mistis dari Tarian Kecak akan terasa ketika anda menonton tarian ini di dalam Pura Saraswati karena dukungan seting lokasi yang cukup menarik. Namun jadwal Tari Kecak di Pura Taman Saraswati ini tidak dilakukan setiap hari, jadi anda harus mengetahui jadwalnya.  

Meskipun sudah dijadikan sebagai salah satu objek wisata spiritual di Bali, bagi para pengunjung yang berasal dari luar Pulau Bali disarankan untuk mengenakan selempang dan sarung di sekitar pinggang disertai memakai busana yang sopan.  

Jangan lupa untuk tidak mengotori halaman pura dengan membuang sampah pada tempatnya.  

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang kegiatan menonton Tari Kecak di Pura Taman Saraswati Ubud, semoga bermanfaat bagi para pembaca. 

 


Author
Nila

Suka menulis dan membaca

Komentari
  • 0 komentar
Silahkan login untuk berkomentar

Belum ada komentar