Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Matoa

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Matoa

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Matoa - Buah ini tidak hanya mampu tumbuh subur di Papua Jayapura saja melainkan mudah dijumpai di Maluku, Sulawesi, Kalimantan dan Pulau Jawa dengan rata – rata ketinggian hingga mencapai sekitar 1400 meter di atas permukaan laut. Selain di Indonesia, matoa tumbuh dengan subur di Malaysia, Papua New Guinea dan daerah tropis Australia.  

Klasifikasi Pada Tanaman Matoa

  • Regnum : Plantae / tumbuhan
  • Sub regnum : Tracheobionta / tanaman berpembuluh
  • Super division : Spermatophyta / menghasilkan biji
  • Divisio : Magnoliophyta / tumbuhan berbunga
  • Kelas : Magnoliopsida / dikotil
  • Sub kelas : Rosidae
  • Ordo : Sapindales
  • Famili : Sapindaceae
  • Genus : Pometia
  • Spesies : Pinnata
  • Nama Latin : Pometia Pinnata J.R. & G. Forst

Morfologi Tanaman Matoa 

Morfologi matoa termasuk ke dalam keluarga tanaman rambutan atau dalam Ilmu Biologi dikenal berasal dari keluarga rambutan – rambutanan / sapindaceae yang mana berdasarkan warn kulit buahnya dibedakan menjadi 3 jenis yaitu emme bhanggahe / matoa kulit merah, emme anokhong / matoa kulit hijau dan emme khabhelaw / matoa kulit kuning. Sedangkan berdasarkan atas tekstur buahnya matoa dibedakan menjadi dua jenis yaitu matoa kelapa dan matoa papeda.

Matoa kelapa dicirikan dengan daging buah matoa yang sangat enak yaitu kenyal dan biji nglotok seperti rambutan Aceh dengan diameter buah rata – rata 2,2 s/d 2,9 cm dan diameter biji antara 1,25 s/d 1,40 cm. Sedangkan matoa papeda dicirikan oleh daging buahnya yang agak lembek dan lengket dengan diameter buah kisaran 1,4 s/d 2 cm.

Cita rasa buah matoa seperti rasa daging buah rambutan dengan buah kelengkeng dan ada sedikit aroma durian. Maka dari itu buah ini memiliki nilai ekonomi cukup penting bagi masyarakat Papua. Meskipun dikenal mempunyai cita rasa yang khas dengan harga jual cukup mahal sejauh ini matoa belum banyak dibudidayakan secara intensif oleh petani buah di Indonesia yang hanya bisa diperjualbelikan di pasar – pasar lokal Papua Jayapura yang berasal dari pohon yang tumbuh dengan alami di kebun – kebun masyarakat atau kawasan hutan lindung sehingga ketersediaannya terbatas dengan kualitas buah yang beragam.

Morfologi Tanaman Matoa

1/Morfologi Akar

Akar pada tanaman matoa adalah bersifat akar tunggang yang memiliki warna coklat. Perakaran matoa bisa menembus permukaan tanah jika umur tanaman sudah mencapai puluhan tahun atau berumur puluhan tahun.

2/Morfologi Batang

Matoa merupakan salah satu tanaman dengan bentuk pohon bisa mencapai ketinggian antara 20 s/d 40 m dan mempunyai ukuran diameter batang dapat mencapai 1,8 meter dimana batang tanaman buah matoa adalah berbentuk silindris, tegak, dengan warna kulit batang coklat keputih – putihan dan permukaan kasar. Batangnya bercabang banyak sekali sehingga membentuk pohon yang rindang yang mana percabangan bersifat simpodial dengan arah cabang miring hingga datar.

3/Morfologi Daun

Tanaman matoa mempunyai daun majemuk yang tersusun berselang – seling antara 4 s/d 12 pasang anak daun. Saat muda daunnya cenderung berwarna merah cerah sedangkan setelah dewasa berubah menjadi hijau dengan bentuk jorong dan panjang antara 30 s/d 40 cm, lebar antara 8 s/d 15 cm berisikan helaian daun yang tebal dan kaku yang berujung meruncing / acuminatus, dengan pangkal tumpul / obtusus dan bagian tepi yang rata. Pertulangan daun menyirip / pinnate dengan permukaan atas dan bawah halus, berlekuk pada bagian pertulangan.

4/Morfologi Bunga

Tanaman ini mempunyai bunga majemuk berbentuk corong yang terdapat di ujung batang. Tangkai bunga bulat cukup pendek berwarna hijau, dengan kelopak berambut hijau. Menyimpan benang sari yang berukuran rata – rata pendek dengan jumlah yang banyak dan masing – masing berwarna putih bersih kekuningan. Putik dalam kondisi bertangkai dengan angkal membulat juga berwarna putih dan mahkota terdiri dari 3 s/d 4 helai berbentuk pita berwarna kuning.

5/Morfologi Buah

Buah matoa mempunyai bentuk bulat atau lonjong dengan panjang rata – rata berukuran 5 s/d 6 cm dan kulitnya berwarna hijau, merah atau kuning tergantung varietasnya. Daging buah termasuk lembek dan bagian dalamnya memiliki warna putih kekuningan bercita rasa sangat manis.

6/Morfologi Biji

Buah matoa mempunyai biji dengan bentuk biji yang bulat dan memiliki warna coklat muda sampai kehitam – hitaman.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman matoa, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Author
Admin

Komentari
  • 0 komentar
Silahkan login untuk berkomentar

Belum ada komentar