Cara Menurunkan Bounce Rate Pada Blog

Cara Menurunkan Bounce Rate Pada Blog

Bounce rate merupakan rating orang yang tidak serius mengakses website. Karena mereka hanya masuk ke situs tanpa melakukan aktivitas di sana seperti membaca artikel. Bahkan, klik fitur saja mereka tidak melakukannya. Maka dari itu, rating ini harus diturunkan.

Jika bounce rate terlalu tinggi, berarti website anda tidak membuat orang tertarik. Akibatnya, sebagai blogger, anda mendapatkan kerugian besar. Sebaliknya, rating bounce terlalu rendah, adalah bukti kalau pengunjung betah di situs anda. Efeknya adalah blog atau situs akan disukai oleh banyak orang.

Cara Menurunkan High Bounce Rate

Pada umumnya, penyebab naiknya bounce rate adalah tampilan website membuat pengunjung bosan. Maka dari itu, berikut tips menghindari pengunjung dari rasa jemu sehingga bounce rate situs semakin rendah, yaitu:

1. Menghilangkan Fitur Video Long Time

Menggunakan fitur video berdurasi panjang untuk website memang bagus. Bahkan, pengunjung lebih suka konten tersebut dibandingkan artikel. Apalagi untuk user atau pengguna laptop atau PC.

Namun, untuk user smartphone, penggunaan fitur video long time ini justru membuat pengunjung malas membuka situs. Karena daya pakai kuota cukup besar, dan daya serap memori cukup berat. Akibatnya pengunjung pergi dan bounce rate tinggi terjadi.

2. Kurangi Penggunaan Fitur Pop Up

Cara menurunkan bounce rate yang kedua adalah hindari penggunaan screen pop up yang berlebihan. Apalagi sampai mengunduh yang full application.

Jika ini tidak dilakukan, blogger akan mendapatkan dua kerugian, yaitu rate bounce semakin tinggi, update algoritma dari Google juga tidak maksimal. Bahkan blog akan mendapatkan in search penalties.

3. Buat Artikel Sesuai Niche Blog

Blog berkualitas dilihat dari isi atau kontennya. Jika kontennya bermutu, tentu pengunjung berlama-lama di sana. Semakin lama durasi kunjungan, popularitas situs juga semakin kuat.

Salah satu syarat konten blog berkualitas adalah artikel yang dibuat tidak berlawanan dengan niche atau topik website. Artinya, jika web tema kesehatan jangan mengunggah artikel tentang aplikasi atau software.

Jika pengunjung menemukan web dengan niche konsisten, dia akan berselancar lebih lama. Tujuannya untuk mendapatkan informasi yang lebih detail. Karena hal ini, tentu bounce rate akan turun drastis.

5. Buat ‘Artikel Terkait’ di Setiap Postingan

Tips menurunkan bounce rate selanjutnya adalah jangan terpaku dengan satu topik content. Rajinlah mengunggah artikel beda tetapi tetap terkait dengan niche awal dari situs. Fungsinya adalah supaya pengunjung lebih lama lagi mengakses situs tanpa ingin pindah ke web orang lain.

Syarat keberhasilan pada tips ini ialah pastikan konten adalah karya sendiri bukan plagiat. Karena sekali artikel terlihat di web lain, kepercayaan pengunjung akan berkurang.

Jika syarat ini sudah terpenuhi, anda bisa mengajak pengunjung untuk berdiskusi interaktif. Baik dengan meletakkan fitur discussion di bagian bawah atau dengan pesan email.

6. Format Layout Harus Jelas dan Tepat

Artikel berkualitas tinggi tetapi tidak diringi dengan tampilan web yang bagus, pengunjung tetap malas dan bounce rate tidak membaik. Maka dari itu, antara content dengan layout situs harus seimbang.

Jika web memuat niche yang komplet, user bisa memaksimalkan penggunaan menu. Letakkan pada posisi yang rapi dan bisa diakses dengan mudah. biasanya fitur ini ada di bagian atas situs dengan posisi jajar ke samping.

7. Hindari Iklan yang Berlebihan

Tersedianya iklan di web memang menguntungkan. Bahkan darinya, blogger akan mendapatkan keuntungan yang berlimpah. Namun, jika salah memilih iklan, pengunjung justru malas berselancar. Apalagi jika posisi iklannya tidak balance.

Jenis iklan yang harus dihindari adalah pop up. Karena iklan semacam ini paling dibenci pengunjung. Pasalnya, mereka harus klik iklan jika ingin aktivitas di web lebih nyaman. Padahal, mereka tidak tertarik dengan content iklan tersebut.

Ini pembelajaran juga untuk blogger pemula. Sarannya adalah jangan pasang iklan pop up di situs, jika ingin website bertahan. Lain soal kalau pengunjung sudah banyak dan bounce rate sudah hilang.

8. Kecepatan Loading Blog

Cara menurunkan bounce rate yang terakhir adalah pastikan loading situs tidak lemot. Karena jika lambat, pengunjung akan berpindah ke web lain tanpa melakukan aktivitas di situs user.

Untuk menyelesaikan masalah loading website ini cukup banyak. User bisa mencarinya di Google search engine lalu ikuti tutorial di sana. Jika ingin mudah, blogger cukup melakukan setting pada widget yang over dan menggantinya dengan template sederhana.

Itulah cara menurunkan bounce rate yang bisa dicoba. Dengan tips ini, website lebih disukai pengunjung sehingga mereka berlama-lama membaca artikel anda yang ada di dalamnya.

Author
Elfi

Komentari
  • 0 komentar
Silahkan login untuk berkomentar

Belum ada komentar