3 Manfaat, Kandungan Dan Efek Samping Tanaman Mindi

3 Manfaat, Kandungan Dan Efek Samping Tanaman Mindi

Daun Mindi / ‘Melia Azedarach’ merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang banyak tumbuh subur pada daerah dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian rata – rata mencapai 1.000 m dpl.  

Pohon Mindi memiliki cabang banyak dengan ciri kulit pada batang adalah agak kasar berwarna cokelat tua, tinggi pohon bisa mencapai 4 m dengan daun tumbuh rindang bersifat majemuk dan menyirip ganda, tumbuh berselang – seling dengan ukuran panjang sekitar 20 s/d 80 Cm.

Anak – anak daun memiliki bentuk bulat telur hingga lanset, tepi bergerigi dengan ujung – ujungnya yang runcing, pangkal daun membulat dan ada yang tumpul, permukaan atas daun memiliki warna hijau cerah namun ada juga yang kusam, panjang antara 3 s/d 7 Cm, lebar antara 1,5 s/d 3 Cm dengan bunga bersifat majemuk dalam ‘malai’ yang panjangnya rata – rata 10 s/d 20 Cm keluar dari ketiak daun. Mahkota bunga berjumlah 5 dengan panjang sekitar 1 Cm mempunyai warna ungu pucat dan mengeluarkan aroma harum.

Tanaman Mindi dewasa mempunyai buah batu berbentuk bulat dengan diameter sekitar 1,5 Cm dan jika masak warnanya menjadi cokelat kekuningan dan berbiji satu.

Cara Pemakaian Tanaman Mindi Untuk Pengobatan Tradisional

1. Untuk Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Yang dimanfaatkan adalah daunnya. Sediakan daun Mindi segar sebanyak 7 lembar lalu cuci dengan air bersih. Selanjutnya rebus dengan memakai 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari sebanyak 2 kali masing – masing setengah gelas.

2. Untuk ‘Skabies’

Tambahkan secukupnya cuka pada serbuk / bubuk kulit kayu atau kulit akar secukupnya saja. Lalu aduk – aduk rata hingga membentuk pasta dan borehkan pada bagian kulit yang gatal – gatal. Lakukan 3 s/d 4 kali sehari hingga kondisi luka sembuh.

3. Untuk Penyakit Kudis

Sediakan kulit kayu atau kulit akar tanaman Mindi secukupnya saja lalu bersihkan dengan cara dicuci menggunakan air bersih kemudian rebus dengan menggunakan air seperlu yang Anda butuhkan. Biarkan hingga mendidih sampai sari kayu atau akar larut dalam air. Dinginkan lalu saring untuk mencuci bagian kulit yang kudis.

Tanaman Mindi sering ditanam pada sisi jalan yang berfungsi sebagai pohon pelindung dan kadang – kadang dijumpai tumbuh liar pada daerah – daerah dekat pantai. Pohon ini aslinya berasal dari Cina. Penyakit lain yang bisa diobati dengan tanaman ini selain tersebut di atas antara lain :

Seperti diketahui bahwa kulit akar dan kayu Tanaman Mindi memiliki rasa agak pahit dan bersifat mendinginkan, bisa untuk mengobati Penyakit Hati, Lambung, dan Limpa. Juga berkhasiat menurunkan panas demam dan sebagai pelembab kulit yang terlalu kering, peluruh kencing / ‘Diuretik’, perangsang muntah dan pembasmi Cacing Usus / ‘Antelmintik’.

Buah Mindi juga berasa pahit memiliki sifat mendinginkan, dan sebagai peluruh racun di dalam tubuh. Bagus untuk mengaktifkan energi vital serta meredakan nyeri dan obat luar untuk antijamur. Sedangkan daun Mindi bermanfaat untuk mengobati Sakit Cacingan.

Bagian yang pada umumnya dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional adalah kulit kayu dewasa, kulit akar, dan daun. Tanaman ini berkhasiat karena banyak mengandung senyawa kimia seperti Zat Alkaloid, Minyak Atsiri, dan Triterpen.

Bagian yang digunakan sebagai media pengobatan adalah kulit akar, kulit kayu, buah dan daun. Gunakan bahan – bahan tersebut dalam kondisi segar atau yang sudah dikeringkan. Khusus untuk kulit batang, sebelum digunakan maka sebaiknya dicuci terlebih dahulu dengan air bersih lalu dipotong – potong kecil untuk memudahkan dalam penyimpanan pada wadah bersih yang tertutup rapat. Sedangkan bunganya bisa dimanfaatkan untuk pengobatan luar seperti Sakit Kepala.

Efek Samping Tanaman Mindi

Zat bernama ‘Toosendanin’ pada Tanaman Mindi dalam dosis pengobatan tradisional jarang memunculkan efek samping namun tetap harus berhati – hati dalam pengaplikasiannya karena kadang – kadang menimbulkan gejala seperti Pening, Mual, Muntah – Muntah, Nyeri Perut, Diare, kemerahan pada muka / ‘Flushing’ dan mudah mengantuk jika digunakan secara berlebihan tanpa aturan. Pada beberapa pasien yang memiliki riwayat kesehatan dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah rentan menyebabkan penglihatan kabur dan memunculkan rasa gatal – gatal.

Gejala – gejala ini akan lenyap dengan sendirinya dalam jangka waktu 2 s/d 3 jam atau sebagian pasien bisa lebih lama dari satu hari. Gejala sakit akan sembuh spontan tanpa diberikan pengobatan spesifik tetapi disarankan segera periksa ke dokter begitu mendapatkan tanda – tanda buruk akibat kelebihan dosis.

Khusus untuk daun Mindi sebagai obat peluruh Cacing Usus, efek samping Toosendanin lebih jinak dibandingkan dengan Zat ‘Piperasin Sitrat’ dan ‘Santonin’. Efek samping yang berat akan muncul jika dosis diberikan secara berlebihan melebihi 0,8 mg terhadap orang dewasa. Tanda – tanda keracunan akan muncul berupa rasa kebas pada kaki dan tangan / kondisi ‘Neuri’.

Demikianlah beberapa manfaat, kandungan dan efek samping Tanaman Mindi yang bisa dijadikan sebagai referensi untuk pengobatan tradisional beberapa jenis penyakit. Semoga bermanfaat

Author
Elfi

Komentari
  • 0 komentar
Silahkan login untuk berkomentar

Belum ada komentar